Cari Blog Ini

Memuat...

Sabtu, 30 Oktober 2010

hubungan antara pola makan dengan kekambuhan pada penderita Osteoarthritis di URJ Syaraf RSD Dr. Soegiri Lamongan.

BAB 1

PENDAHULUAN


1.1        Latar Belakang
Tulang sebagai jaringan yang dinamis, mempunyai fungsi ganda yaitu fungsi mekanis dan fungsi metabolik. Dalam fungsi mekanis, tulang merupakan jaringan terkeras dalam tubuh manusia penyusun kerangka dan memberi bentuk tubuh pada manusia juga sebagai tempat melekatnya otot serta melindungi organ vital dan memungkinkan tubuh bisa bergerak dengan baik. Sebagai fungsi metabolik, tulang merupakan suatu organ dinamis yang berubah setiap saat sehingga dapat berfungsi sebagai cadangan kalsium, magnesium, fosfor atau mineral lainnya yang penting dalam keseimbangan homeotasis (Tjok Raka Putra, 1999).
Sendi secara normal memiliki tingkat gesekan yang rendah selain memiliki bantalan, juga terdapat cairan sendi yang berfungsi sebagai pelumas. Osteoarthritis terjadi ketika munculnya ketidaknormalan dari sel yang membentuk dari tulang rawan sendi, lalu terjadi kerusakan akibat retakan dipermukaannya. Dari retakan tersebut, tulang muncul dan tumbuh di ujung sendi sehingga permukaan sendi yang tadinya halus licin menjadi kasar dan bergelombang. Akibat hal ini, persendian tidak dapat bergerak dengan baik dan menimbulkan nyeri.
Radang sendi merupakan penyakit yang banyak dialami oleh masyarakat, terutama oleh mereka yang berusia tua. Ada berbagai macam radang sendi, namun yang paling sering terjadi adalah Osteoarthritis. Osteoarthritis merupakan penyakit kronis yang menyerang tulang rawan sendi dan jaringan disekitarnya dengan gejala nyeri, kaku dan hilangnya fungsi dari sendi. Osteoarthritis sering juga disebut radang sendi degeneratif, yang disebabkan oleh penuaan. Osteoarthritis juga dialami oleh mereka yang berusia lebih muda, terutama disebabkan oleh cidera, infeksi atau beban terlalu berat pada sendi akibat kerja dan pola makan yang berlebihan sehingga menyebabkan kegemukan (Billy N, 2008).
Seseorang yang menderita Osteoarthritis dapat mengalami kekambuhan. Kekambuhan tersebut dapat ditandai dengan bunyi seperti gesekan pada sendi waktu digerakkan, pembengkakan pada sendi, nyeri dan kaku pada sendi. Makanan atau diit merupakan faktor utama dalam pembentukan energi bagi seseorang untuk beraktifitas pertumbuhan, serta mengganti sel tubuh yang rusak. Jika seseorang mengalami kekurangan dalam pemenuhan dalam asupan makanan, maka dalam beraktifitas seseorang tersebut akan mengalami gangguan, karena kurangnya energi. Sehingga menghambat pertumbuhan serta penggantian sel tubuh yang rusak menjadi tidak optimal. Tetapi bila seseorang mengkonsumsi makanan atau diitnya mengalami kelebihan maka akan mengakibatkan terjadinya ketidakseimbangan metabolisme dalam tubuh yang dapat menyebabkan terjadinya obesitas.
Obesitas merupakan salah satu faktor resiko yang dapat mendorong terjadinya Osteoarthritis. Obesitas akan disertai peningkatan masa tulang subkondrium yang dapat menimbulkan kekakuan pada tulang sehingga menjadi kurang lentur (Smeltzer and Bare, 2002). Pola makan yang tepat masih merupakan unsur fundamental dalam penanganan penderita Osteoarthritis, sebab dengan pola makan yang tepat dan teratur sesuai anjuran kemungkinan penyakit Osteoarthritis tidak dapat menimbulkan kekambuhan. Prinsip umum pola makan dan pengenfalian berat badan merupakan dasar dari penatalaksanaan Osteoarthritis.
Rasa nyeri pada Osteoarthritis selalu dimulai bertahap, prosesnya lambat sampai beberapa tahun. Gejala yang sering pada penderita adalah rasa nyeri yang bertambah buruk selama aktivitas dan sembuh setelah istirahat. Rasa kaku cenderung pada saat tidak melakukan aktivitas seperti tidur atau duduk yang dapat bertahan selama lebih dari satu jam dan berkurang dengan jalan peregangan atau latihan jasmani. Apabila penyakitnya bertambah buruk, maka nyeri dapat timbul meski dalam keadaan istirahat sehingga penderita terbangun pada waktu tidur. Pada sendi lutut yang terkena bisa menimbulkan krepitasi atau bunyi seperti gesekan bila bergerak. Dari gejala diatas, untuk memastikan penderita terkena Osteoarthritis ditambahkan pemeriksaan foto ronsen di sendi yang terkena dan pemeriksaan laborat.
Menurut Organisasi Kesehatan Dunia, Osteoarthritis merupakan salah satu dari empat kondisi otot dan tulang yang membebani individu. Sistem kesehatan maupun sistem perawatan sosial dengan biaya yang cukup besar. Diseluruh dunia diperkirakan 9,6 % pria dan 18 % wanita di atas  usia 60 tahun menderita Osteoarthritis. Kasus tersebut akan terus meningkat akibat bertambahnya usia harapan hidup, pola makan berlebihan yang menyebabkan obesitas dan kebiasaan merokok.
DST.................ANDA BUTUH LENGKAP SAMPAI BAB TERAKHIR DAN LAMPIRANNYA SAMPAI DATA SPSS DALAM BENTUK DATA WORD.....HUBUNGI 085645040345

Tidak ada komentar: